Artikel

Majelis Ta'lim Qonita

Hingga saat ini Solo memang masih dikenal sebagai kota yang cukup religius. Banyak sekali sekolah agama dan pondok pesantren berdiri di sini. Organisasi keagamaan pun banyak berdiri di Solo. Bahkan hingga tingkat perkumpulan ibu-ibu pengajian. Salah satunya adalah pengajian Qonita yang telah eksis kurang lebih selama 6 tahun ini dengan jumlah anggota kurang lebih 30 orang.

Menurut ketua Pengajian Qonita, Yulia Rosa Santi, pada mulanya pengajian Qonita berawal dari perkumpulan ibu-ibu Al Firdaus yang kemudian berkembang menjadi pengajian karena merasa bahwa kurangnya siraman rohani yang didapat. Bahkan berbagai program sosial juga telah digelar oleh pengajian ini diantaranya Bakti Sosial bersama seluruh pengajian se-eks Karesidenan Surakarta baru-baru ini.

“Kegiatan rutin pengajian Qonita adalah kajian yang diisi oleh ustadz/ustadzah  dari berbagai kalangan. Biasanya dihadiri kurang lebih 30 orang, sesuai jumlah anggota pengajian ini. Untuk program tahunan biasanya kami mengadakan baksos di hari-hari raya seperti misalnya pada saat bulan Ramadhan.” ungkap wanita yang akrab dipanggil Ibu Santi ini ketika ditemui Hadila di kediamannya di kawasan Menteri Supeno Manahan.

Menurut ibu dua putra ini, sebenarnya banyak kaum dhuafa yang juga merasa sangat butuh siraman rohani (haus akan ilmu agama) namun kurang mendapat respon yang cukup dari masyarakat sehingga beliau berharap kelak dapat mengadakan kajian-kajian yang melibatkan kaum dhuafa. Apalagi pengajian itu bukan hanya sebuah komunitas tetapi juga sebagai sebuah sarana untuk belajar memperdalam ilmu agama sehingga dapat memberi pencerahan pada anggota pengajian juga memberikan manfaat pada orang lain.

“Kalau kita ingin mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan maka itu harus dimulai dari diri kita sendiri dulu. Karena segala sesuatunya itu membutuhkan proses yang panjang. Misalnya masalah jam karet saat acara pengajian, kalau bukan kita yang memulai untuk meninggalkan budaya jam karet, siapa lagi? Insya Alloh nanti yang lain pun akan mengikuti. Jadi kita harus mempunyai semangat untuk terus berusaha lebih baik.” tambah ibu yang juga mempunyai usaha di bidang periklanan yang cukup terkenal di kota Surakarta ini.

Silaturahmi | 01 Juni 2009

Artikel terkait


No Response to "Majelis Ta'lim Qonita"

Leave Reply

Nama

Email

Website

Anti-spam word