Artikel

Bazaar

“Bunda besok kalau ada yang tidak laku gimana dong,” tanya putri kecilku sambil terus asyik menempeli label harga pada beberapa jajanan. “ya kakak, ntar kalau nggak laku dimakan sendiri saja,”jawab adiknya yang juga ikut nimbrung. “lho ya nanti rugi dong dik,” sanggah sang kakak. “gampang ntar kita dagangin keliling saja, atau kita bawa besok ke sekolah dititipin dikoperasi gampang khan, iya khan bun,” sahut sulung kami. Aku hanya tersenyum dan menggangguk pelan mendengar dialog tiga buah cinta kami. Ya sore itu mereka sedang sibuk menyiapkan dan menata makanan buat acara bazaar besok hari.

Ayah bunda, penggalan cerita diatas mungkin terjadi pula dirumah kita. Apalagi sekarang sering kita jumpai acara bazaar baik dilingkungan sekitar atau di sekolah anak-anak. Terkadang  saat guru mempraktekkan tema pasar atau jual beli ananda diminta membawa “barang dagangan” untuk praktek bagaimanakah cara menjual atau menawar barang.

Ayah bunda kegiatan seputar “jual beli” merupakan aktifitas yang mudah dan banyak manfaatnya bagi ananda. Sekilas hal ini mungkin terasa biasa dan sering kita jumpai di Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar. Bahkan sering kita jumpai anak yang menjual barang justru dibawah harga beli sehingga menjadi rugi. Tetapi ternyata kalau kita amati anak-anak tidak merasa rugi karena meraka merasa puas bisa “berpura-pura” menjadi penjual. Atau terkadang kita jumpai muncul ide segar keluar dari diri anak-anak dengan cara mereka berbarter barang dengan teman untuk mendapatkan keinginannya

Diantara manfaat dari kegiatan “jual beli” bagi ananda adalah :

  • Melatih mental / jiwa enterpreneurship
    Ayah bunda bagi kita yang belum terbiasa bergerak dibidang “jual beli” menawarkan barang bukanlah hal yang mudah. Terkadang timbul rasa pekewuh atau malu serta was-was. Coba kita bandingkan dengan “keberanian” anak saat berjual beli. Jiwa enterprener yang mereka miliki luar biasa. Bahkan dengan “tanpa malu” mereka sering kita lihat membawa dan menawarkan barang dagangannya. Jiwa dan mental inilah yang sebenarnya perlu selalu kita pupuk dari anak-anak. Termasuk di dalamnya melatih bersikap dengan tutur kata dan cara yang baik. Bukankah Rosululloh adalah seorang enterprener sejati. 
  • Melatih sikap kejujuran
    Hal penting dan harus kita tekankan pada anak terkait dengan “jual beli” adalah sikap kejujuran karena Alloh Maha Melihat dan Mengetahui. Kejujuran akan harga, kondisi barang dan manfaatnya serta tidak mengurangi takaran perlu kita tanamkan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memahamkan bahwa rizki terbaik adalah yang halal dan thoyyib. Sebanyak apapun rizki yang kita miliki kalau ternyata didalamnya ada “tipu menipu” pastinya Alloh tidak akan ridho.
  • Mengajarkan ketelitian dan sikap hemat
    Ayah bunda sering kali kita dapati anak-anak menganggap remeh kepingan uang recehan. Dengan belajar “jual beli” kita bisa menjelaskan betapa berharga dan bernilainya uang tersebut. Selain itu kita dapat menunjukkan bahwa untuk mencari uang bukanlah hal yang mudah sehingga kita berharap mereka bisa lebih hemat.
  • Melatih berhitung dan mengkalkulasi
    Saat proses jual beli anak berlatih penjumlahan, perkalian dan pengurangan. Demikian pula halnya anak berlatih berhitung dengan “mengkalkulasi” harga secara sederhana. Anak belajar memperbandingkan harga beli dan harga jual biar tidak merugi. Cara-cara seperti ini diharapkan dapat membantu anak dalam menghitung sehingga mereka mencintai matematika secara tidak langsung.
  • Menanamkan sikap bergantung kepada Allah
    Ayah bunda sering kali kita jumpai ada satu toko yang ramai sementara toko disebelahnya yang menjual barang yang sama sepi dari pengunjung. Konsep inilah yang perlu kita tanamkan kepada anak. Bahwa semua apa yang ada dibumi adalah mengikuti aliran yang telah diatur oleh Alloh termasuk rizki yang kita dapatkan. Langkah kaki orang yang datang ke toko kita sebenarnya Alloh lah yang menjalankannya. Sehingga kewajiban kita sebagai manusia adalah berusaha, berdo’a dan bertawakkal.

Wallahu a’lam bishowab 

Psikologi Anak | 01 Juni 2009

Artikel terkait


No Response to "Bazaar"

Leave Reply

Nama

Email

Website

Anti-spam word