Artikel

Kapan Semua Berakhir?

Bagi yang tinggal di daerah Klaten dan bekerja di daerah Solo Baru, tentu sering melewati jalur Wonosari-Solo Baru. Siapa pun akan mengatakan bahwa jalan alternative Klaten-Solo tersebut termasuk lumayan padat, terutama di jam-jam sibuk. Hal yang sama dialami oleh mereka yang tinggal di daerah Gemolong atau Grobogan yang sering bepergian ke Solo, jalur Solo-Grobogan termasuk padat arus lalu lintasnya.

Setiap melewati wilayah tersebut, saya kadang merasakan capek fisik dan psikis, bahkan dalam kadar tertentu sedikit stress. Kenapa? Karena setiap saya berhasil mendahului sebuah mobil tiba-tiba di depan saya masih ada mobil yang lain, terus begitu, seolah tidak pernah putus. Padahal untuk mendahului sebuah mobil kadang tidak mudah dan menghadapi resiko kecelakaan, karena jalannya yang tidak terlalu luas, dan pengguna jalan demikaian padat. Saya kadang berfikir, kapan semua akan berakhir?

Di dalam menapaki perjalanan hidup, kita pasti menghadapi kondisi yang hampir sama dengan peristiwa di atas. Saat tapak-tapak kaki kehidupan ini melangkah, tiba-tiba muncul rintangan di depan kita. Saat kita berjuang habis-habisan menghadapi rintangan tersebut, tidak jarang kita mengalami kelelahan fisik dan psikis bahkan stress. Begitu rintangan tersebut berhasil kita hadapi dan hati kita merasa sedikit lega, ternyata di depan kita terbentang rintangan baru yang kadang lebih besar di banding rintangan sebelumnya. Demikianlah roda kehidupan kita terus berputar.

Bagi siapa pun yang memasuki gerbang rumah tangga, kadang bayang-bayang kebahagiaan lebih jelas terbayang. Namun, ketika bahtera rumah tangga mulai berlayar, ternyata ada banyak gelombang yang mungkin tidak terduga datang menghadang. Dari riak-riak kecil ombak, hingga datangnya badai yang tidak terduga, akan menguji keteguhan dan kepiawian nahkoda dalam mengendalikan bahtera. Hadirnya satu permasalahan di rumah tangga adalah sarana menguji keteguhan dan kepiawian kita menjalankan bahtera rumah tangga. Kesuksesan menyelesaikan satu problem rumah tangga bukan akhir dari segala permasalahan, karena permasalahan baru punya potensi untuk muncul, bahkan mungkin semakin menantang. Lalu, kapan semua akan berakhir?

Allah SWT mengingatkan kepada kita melalui firman-Nya, “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-'Ankabut: 1-3).

Penderitaan saudara-saudara kita di Palestina seperti tidak berujung. Dari waktu ke waktu kedzaliman zionis Israel tergambar dengan jelas di depan mata semua orang. Kesepakatan demi kesepakatan telah di langgar, resolusi demi resolusi tidak lagi diperhatikan, kecaman demi kecaman dari seluruh penjuru dunia seolah tidak pernah mereka dengar. Kita dan semua orang yang menyaksikan dari jauh merasa lelah secara fisik dan psikis, apalagi mereka yang setiap hari berhadapan langsung dengan kedzaliman tersebut. Di sini pun kadang saya berfikir kapan semua akan berakhir?

Lagi-lagi saya mendapati bahwa Allah SWT berfirman, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216).

Semua kejadian yang terbentang di depan kita adalah rangkaian peristiwa yang semua berorientasi, untuk menguji dan mengkondisikan jiwa-jiwa kita untuk terus terjaga kesegaran iman kita kepada Allah. Sehingga kita menyadari bahwa hidup ini sekedar ujian menuju akhir kehidupan kita masing-masing. Lalu sampai kapan?

Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya sampai kapan harus terus berjuang? Beliau menjawab, sampai kita yakin bahwa kaki kita sudah menapak di surga. Allahu a’lam.

Telaga | 13 April 2009

Artikel terkait


1 Response to "Kapan Semua Berakhir?"

hussein berkomentar :
kalau kita simak ayat ini (Al-'Ankabut: 1-3)dan (Al-Baqarah: 216). timbul sebuah pertanyaan kenapa pula allah menguji dan menciptakan ciptaannya ( sed
pada 27 Juni 2009

Leave Reply

Nama

Email

Website

Anti-spam word